RAID (Redundant Array of independent Disk)

raid-servers

Pengertian

RAID atau Redundant Array of Independent Disk (namun sebelumnya dikenal dengan nama Redundant Array of Inexpensive Disk) merupakan sebuah metode/teknologi yang menggabungkan dua atau lebih harddisk kedalam single logical unit dengan menggunakan hardware maupun software khusus.

Ada beberapa konsep kunci didalam RAID: mirroring (penyalinan data ke lebih dari satu harddisk), striping (pemecahan data ke beberapa harddisk), dan koreksi kesalahan (redundansi data disimpan untuk mengizinkan kesalahan dan masalah untuk dapat dideteksi dan dikoreksi.)

Solusi hardware RAID diimplementasikan menggunakan hardware yang terhubung langsung ke motherboard atau kartu RAID terpisah.

Sedangkan solusi software RAID diimplementasikan menggunakan standard host adapter dan menjalankan semua perintah I/O dan algoritma RAID di processor. Ini dapat mempengaruhi kinerja system computer.

Jadi bisa disimpulkan, tujuan utama dari RAID adalah agar disk memiliki backup secara real time, sehingga ketika ada sebuah data yang corrupt (rusak), akan dapat diperbaiki oleh informasi yang sebelumnya telah sengaja disimpan untuk keperluan recovery.  Akan tetapi pada kenyataannya ada juga RAID yang fungsinya bukan untuk menduplikasi data melainkan hanya untuk menggabungkan disk saja.

Tipe-Tipe RAID

  1. RAID 0

raid 0Cara kerja : Keseluruhan hard disk yang dimiliki akan berfungsi sebagai tempat penyimpanan data. Data  dipecah (striped) menjadi beberapa blok data dan masing masing blok disimpan  pada anggota dari RAID 0 pada hard disk yang berbeda.

Contoh : 2 hard disk berkapasistas 250GB dikonfigurasi dengan RAID 0 maka total hard disk yang dapat dijadikan penyimpanan data adalah keseluruhannya ( 500GB)

       2.  RAID 1

raid 1

Cara kerja : Separuh dari jumlah hard disk yang diposisikan sebagai RAID 1 digunakan sebagai mirror. Dengan kata lain bahwa hanya satu hard disk sebagai penyimpanan data, yang lain berfungsi sebagai mirror atau backup data dari hard disk lainnya.

Contoh : Dua hard disk berkapasitas 250GB dikonfigurasikan dengan RAID 1, maka hanya satu hard disk ( 250 GB) yang dapat digunakan sebagai penyimpanan data, hard disk yang lain (250 GB)  diugunakan sebagai mirror atau backup.

        3.   RAID 5

raid 5

Cara kerja : Data disebar pada masing-masing hard disk dan masing masing hard disk terdapat sebuah parity yang bisa  dianalogikan sebagai image dari masing-masing blok data hard disk lainnya. Efisiensi penyimpanan data menggunakan 3 hard disk adalah 66.7%, bila menggunakan empat hard disk efisiensi menjadi 75%

Contoh : Tiga hard disk berkapasitas 250GB dikonfigurasi RAID 5 maka kapasitas yang dapat digunakan untuk penyimpanan data adalah 500GB ((66.7/100 )x 750GB), sisa kapasitas yang tidak terdeteksi digunakan untuk penyimpanan parity.

       4.   RAID 6

raid 6

Cara kerja : Data disebar pada empat hard disk dan masing masing hard disk terdapat dua parity yang bisa  dianalogikan sebagai image dari masing-masing blok data hard disk lainnya. Efisiensi penyimpanan data menggunakan empat hard disk adalah 50%, bila menggunakan delapan hard disk efisiensi menjadi 75%.

Contoh : empat hard disk berkapasitas 250GB dikonfigurasi RAID 6 maka kapasitas yang dapat digunakan untuk penyimpanan data adalah 500GB ((50/100 )x 1000GB), sisa kapasitas yang tidak terdeteksi digunakan untuk penyimpanan parity.

       5.   RAID 10

raid 10

Cara kerja : Hard disk yang dikonfigurasi dalam RAID 10 bisa dikatakan di-striping dan di-mirror, dengan kata lain data yang disimpan dalam hard disk akan dipecah (stripe) dan didistribusikan ke separuh total hard disk dari RAID 10 tersebut, setengahnya lagi digunakan sebagai mirror dari hasil stripe yang lain. RAID 10 merupakan penggbungan antara RAID 0 dan 1

Contoh : Empat hard disk berkapasitas 250GB dikonfigurasi dengan RAID 10 maka kapasitas yang dapat di gunakan untuk penyimpanan data adalah 500GB dan data yang disimpan akan di-stripping atau dibagikan diantara kedua hard disk tersebut, dua hard disk yang lain berfungsi sebagai mirror.

       6.   RAID 1E

raid 1e

Cara kerja : Cara kerja sama persis seperti RAID 1 hanya saja RAID 1E memiliki jumlah hard disk minimal tiga hard disk. Setiap blok data memliki duplikat blok data pada kedua hard disk yang lain.

Contoh : Tiga hard disk berkapasitas 250GB dikonfigurasikan dengan RAID 1, maka hanya separuh kapasitas yang terseteksi (375GB) yang dapat digunakan sebagai penyimpanan data.

        7.   RAID 50

raid 50

Cara Kerja : Data di-stripe kedua array disk (RAID 0) kemudian pada setiap array data di-stripe lagi dengan satu parity (RAID 5). Minimal membutuhkan enam hard disk. RAID 50 merupakan penggabungan antara RAID 5 dan RAID 0

Contoh : enam hard disk berkapasitas 250GB dikonfigurasi RAID 5 maka kapasitas yang dapat digunakan untuk penyimpanan data adalah 1000GB ((66.7/100 )x 1500GB), sisa kapasitas yang tidak terdeteksi digunakan untuk penyimpanan parity.

       8.   RAID 60

raid-60

Cara kerja : Mimimal membutuhkan delapan hard disk. Data dipecah (stripe) pada dua array, dan pada masing-masing array data di-pecah dan didistribusikan ke empat hard disk dan masing masing hard disk pada masing-masing array terdapat dua parity yang bisa  dianalogikan sebagai image dari masing-masing blok data hard disk lainnya. Efisiensi penyimpanan data menggunakan delapan hard disk adalah 50%.

Contoh : Delapan hard disk berkapasitas 250GB dikonfigurasi RAID 6 maka kapasitas yang dapat digunakan untuk penyimpanan data adalah 1000GB ((50/100 )x 2000GB), sisa kapasitas yang tidak terdeteksi digunakan untuk penyimpanan parity.

       9.   RAID Z

raid z

Raid Z dan RAID Z2 adalah penemuan Sun Micro System. RAID Z memiliki semua manfaat dari RAID 5 dan fitur lainnya yang membuatnya jauh lebih unggul. Seperti dengan RAID 5, RAID Z dapat mendukung sejumlah hard disk yang bekerja sama dan satu disk untuk redudansi. Jumlah minimum dari hard disk adalah tiga dan hanya satu yang bisa down pada suatu waktu. Jika lebih dari satu hard disk rusak pada saat yang sama, maka kita beresiko kehilangan data.

       10.   RAID Z2

raid z

Raid Z2 hampir identik dengan Raid Z dan mirip dengan RAID 6. Dalam RAID Z2, meski dua hard disk bisa down di waktu bersamaan namun data akan tetap aman dan mudah diakses. Sama seperti RAID Z, RAID Z2 jauh lebih unggul dengan RAID 6 karena di dalamnya terdapat banyak fitur lainnya. Jumlah minimum drive untuk menggunakan RAID Z2 adalah empat.

Kelebihan RAID

Untuk kelebihan RAID kita akan mengamati dari kelebihan masing-masing level dari RAID, kelebihan-kelebihan tersebut diantaranya:

RAID 0

  • Dengan RAID 0, kapasitas harddisk yang dimiliki untuk penyimpanan data adalah total dari keseluruhan hard disk yang dimiliki, tanpa ada pengurangan.
  • Proses penyimpanan dan pembacaan data lebih cepat karena data dipecah (striped)
  • Setiap blok data disimpan pada harddisk yang berbeda

RAID 1

  • Redundansi dan kecepatan
  • Jika salah satu hard disk yang berfungsi sebagai penyimpanan data bermasalah, maka hard disk mirror akan secara otomatis menggantikan hard disk yang rusak atau bermasalah tsb, dan data tetap utuh

RAID 5

  • Memiliki performa read yang bagus dan performa write yang bagus pada mode write back
  • Efesiensi penggunaan kombinasi harddisk
  • Toleransi kesalahan: jika salah satu harddisk down/error maka data tetap aman

RAID 6

  • Memiliki performa read yang bagus dan performa write yang bagus pada mode write back (namun masih dibawah RAID 5)
  • Meskipun dua harddisk down bersamaan, data kita tetap aman

RAID 10

  • Bisa dikatakan sama dengan RAID 1 hanya performa dari read and write harddisk meningkat disbanding RAID 1 karena lebih cepat dalam read/write.
  • Perlindungan data kuat selama masing-masing harddisk tidak rusak lebih dari satu.
  • Memiliki manfaat dari kecepatan dari RAID 0 dan Mirroring dari RAID 1.

RAID 1E

  • Performance RAID 1 yang memperbolehkan lebih dari 1 hard disk

RAID 50

  • Memiliki performa read/write yang lebih baik dari pada RAID 5.
  • Memperbolehkan  total dua harddisk gagal (setiap array maksimal satu harddisk yang rusak)

RAID 60

  • Memiliki performa read dan write yang bagus pada mode write back (masih dibawah RAID 5)
  • Mengijinkan dua harddisk gagal.

RAID Z

  • Memiliki semua kelebihan dari RAID 5 dan fitur lainnya

RAID Z2

  • Data akan tetap aman walaupun terdapat dua hard disk yang down/error pada saat yang sama.

Kekurangan RAID

Nah teman-teman untuk kekurangan RAID kita juga akan mengamati dari kekurangan masing-masing level dari RAID. Kekurangan-kekurangan tersebut diantaranya:

RAID 0

  • Tidak ada perlindungan, jika salah satu harddisk bermasalah atau rusak, maka data akan hilang tanpa ada penggantinya karena kehilangan beberapa blok data meyebabkan data tidak utuh lagi.
  • Karena kita menggunakan dua harddisk tanpa redundansi, maka resiko kita menjadi dua kali lipat.

RAID 1

  • RAID 1 bisa dikatakan mahal, karena hanya setengah dari jumlah harddisk yang dimiliki yang dapat dijadikan tempat penyimpanan data.
  • Space harddisk tidak digunakan secara efesien.

RAID 5

  • Penulisan data lebih lambat dibanding RAID 0 dan RAID 1 bila pada mode write through.
  • Hanya memperbolehkan satu harddisk gagal/down.

RAID 6

  • Penulisan data lebih lambat dibanding RAID 0 , RAID 1, dan RAID 5 bila pada mode write through
  • Space total harddisk sangat berkurang karena lebih banyak dialokasikan untuk partisi redundansi.
  • Proses rebuilt lebih lambat. Ketika drive down, maka perlu rebuilt kembali. Kinerja akan menurun jauh bila dibandingkan dengan metode RAID lainnya.

RAID 10

  • Mahal juga seperti RAID 1 karena hanya separuh yang bisa digunakan untuk penyimpanan data.
  • Kegagalan disk memiliki efek pada throughput, meskipun hal ini masih dapat ditoleransi.

RAID 1E

  • Htanya memperbolehkan satu harddisk gagal dan hanya separuh dari total kapasitas harddisk yang dapat digunakan sebagai tempat penyimpanan data.

RAID 60

  • Penulisan data lebih lambat disbanding RAID 0, RAID 1, dan RAID 5 bila pada mode write through.

RAID Z

  • Hanya dapat digunakan dengan OS berbasis Open Solaris seperti Nexenta dan atau system berbasis BSD seperti FreeBSD.

RAID Z2

  • Dua harddisk digunakan untuk paritas, sehingga ukuran jumlah gabungan space sangat terbatas.
  • Hanya dapat digunakan dengan OS berbasis Open Solaris seperti Nexenta dan atau system berbasis BSD seperti FreeBSD.

Implementasi/Penerapan RAID dalam Kehidupan

  1. Perkembangan teknologi RAID kini telah banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, yaitu bisa kita lihat pada penggunaan Windows Server 2008 Foundation, teknologi ini menggunakan RAID tingkat 5 yang mana teknologi ini bertujuan untuk tukar menukar informasi dan cetak dokumen antar rekan kerja dan mengakses data perusahaan.
  2. Selain itu penggunaan RAID juga kita ambil contoh pada penggunaan USB 3 Chip yang didukung oleh sebuah perusahaan yang bernama Symwave.

Sumber:

http://books.google.co.id/books (Buku: Sukses Sertifikasi Mcsa/msce Exam 70-290, Oleh: Irwin Utama)

http://net.comlabs.itb.ac.id/blog/?p=110

http://tenggosoft.wordpress.com/server/harddiskha/sistem-raid/

http://mediabisnisonline.com/mengenal-komponen-server-tipe-raid-dan-tingkatannya/

http://id.wikipedia.org/wiki/RAID

http://dhenga316.wordpress.com/2011/01/15/perkembangan-raid-1/

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: