LVM (Logical Volume Manager)

banner-1

Pengertian

LVM yang merupakan singkatan dari Logical Volume Manager adalah metode alokasi ruang penyimpanan pada media penyimpanan yang lebih fleksibel dari partisi konvensional. Sehingga LVM dapat memberikan kemudahan kepada system administrator dalam mengatur alokasi space partisi . Dengan LVM pula Anda bisa merubahan besaran partisi sesuai kebutuhan setiap waktu. Logical Volume Management (LVM) adalah pilihan manajemen disk yang hampir ada pada setiap distro Linux.

Kelebihan/Keuntungan LVM

  • Keuntungan menggunakan LVM adalah fleksibilitas manajemen dan alokasi partisi.
  • Mengatur disk dalam jumlah besar (banyak) yang memungkinkan anda menambah, mengganti, menyalin dan berbagi isi dari satu disk ke disk lainnya tanpa perlu mengganggu service yang sedang berjalan.
  • LVM memberikan kemudahan untuk mengubah ukuran partisi sesuai kebutuhan.
  • Membuat backup dengan fasilitas “snapshot”

Kekurangan/Kerugian LVM

  • Dapat membuat proses booting lebih rumit dan membuat perbaikan dari bencana sulit dilakukan.
  • LV dapat menderita karena fragmentasi eksternal ketika PE tidak dialokasikan secara berdampingan  pada storage dibawahnya yang dapat membuat kinerja I/O menurun
  • Kesulitan bagi pengguna dengan distro yang tidak menyertakan dukungan LVM secara default terutama saat instalasi dan mempunyai resiko bagi yang belum terbiasa menggunakannya

Fitur-Fitur LVM

LVM dapat melakukan hal berikut:

  • Merubah jumlah volume group secara online untuk menambah atau mengurangi jumlah fisik.
  • Merubah logical volumes secara online dengan menambah atau mengurangi kapasitas.
  • Menggabungkan keseluruhan atau sebagian dari logical volume lintas colume fisik mirip dengan RAID 0.
  • Membuat mirror keseluruhan atau sebagian dari logical columes mirip dengan RAID 1.
  • Memindahkan logical volume antar volume fisik.
  • Memisahkan atau menggabungkan volume group (selama tidak ada logical volume memberi jarak antar logical). Ini sangat berguna ketika memindahkan keseluruhan logical volume ke dan dari penyimpanan lain (offline).

LVM juga bisa bekerja pada media penyimpanan yang berbagi (model cluster, dengan memanfaatkan drbd yang menghubungkan antar node). Selain keseluruhan fitur dan kegunaan LVM diatas, ada keterbatasan LVM, yaitu tidak bisa melakukan redudansi seperti halnya RAID 3 sampai 6.

Cara Install LVM :
1.   Untuk memulai kita install dulu paketan LVM2

  • sudo apt-get install lvm2

2.   Load kernel module dm-mod

  • Sudo modprobe dm-mod

3.   Buat partisi baru dan buat tipenya menjadi linux lvm (8e) namun jangan diformat dulu
4.   Inisialisasi partisi baru sebagai lvm

  • sudo pvcreate -v /dev/sda1

5.   Untuk melihat list PV yang kita buat

  • sudo pvdisplay

6.   Buat VG baru

  • sudo vgcreate vgbaru /dev/sda1

7.   Untuk melihat VG yang telah dibuat

  • sudo vgdisplay

8.   Buatlah LV sesuai kebutuhan

  • sudo lvcreate -n data -L 1G  vgbaru

9.   Untuk melihat LV yang telah kita buat

  • sudo lvdisplay

10. Format partisi

  • sudo mkfs.ext3  /dev/vgbaru/data

11. Mount partisi ke folder yang diinginkan

  • sudo mount /dev/mapper/vgbaru-data /media/data

Reduce Partition :
1.   Untuk mereduce partisi pertama kita lihat kapasitas partisi lvm kita

  • df –h

2.   Unmount partisi

  • sudo umount /media/data

3.   Resize partisi

  • sudo e2fsck /dev/mapper/vgbaru-data
  • sudo resize2fs -p /dev/mapper/vgbaru-data 512M

4.   Mount partisinya

Extends Partition :
1.   Untuk menambah kapasitas partisi kita, sebelumnya cek dulu kapasitas partisi lvm:

  • df –h

2.   un-Mount partisi LVM dengan perintah berikut

  • sudo umount /media/data

3.   Extends partisi LVM partition dengan perintah:

  • sudo lvextend -L +3M /dev/mapper/vgbaru-data

4.   Extends / Resize filesystems dengan

  • sudo resize2fs -p /dev/mapper/vgbaru-data 712M

5.   Mount partisi LVM

  • sudo mount /dev/mapper/vgbaru-data /media/data

6.   Lihat kapasitas partisi dengan perintah

  • df -h

Implementasi/Penerapan LVM dalam Kehidupan

Kita tentu pernah mengalami bahwa salah satu partisi Linux kita setelah beberapa lama ternyata hampir penuh terisi. Biasanya kita mengatasi hal ini dengan menginstall ulang Linux dan mengatur kembali partisinya, ataupun menambah harddisk baru dan kemudian memindahkan partisi yang hampir penuh itu. Kedua hal tentunya memakan waktu dan cukup merepotkan. Nah, dengan menggunakan LVM, maka bila suatu hari salah satu partisi kita hampir penuh, kita dapat menambahkan harddisk, dan kemudian ‘memperbesar’ ukuran partisi tersebut ke dalam harddisk yang baru.

Sumber :

http://karedok.net/book/export/html/17

http://vavai.com/2011/09/26/berkenalan-dengan-lvm-p2/

http://vavai.com/2011/09/22/berkenalan-dengan-lvm/

http://ilkomstudent.wordpress.com/

http://blogbodi.wordpress.com/2011/05/27/menggabungkan-2-harddisk-di-centos-5-5-dengan-lvm/

 http://ilkomstudent.wordpress.com (LVM & RAID, presentasi_ngoprek_april.ppt)

Advertisements
  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: