Perangkat LAN

Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh,

Hai sobat, Bagi sobat” yang igin belajar tentang LAN, kali ini ane mau share tentang Perangkat” yang biasa di pake di jaringan LAN ni. mudah”an bermanfaat yh, amiin.. hhe ,, ūüôā

MODEM

Cara Kerja Modem:

Modem merupakan sebuah singkatan yang berarti modulator-demodulator. Namanya ini disesuaikan dengan fungsinyasebagai modulator dan demodulator. Dalam kerjanya, modem melakukan proses modulasi dan demodulasi terhadapdata yang dipancarkan. Modem menerima rangkaian pulsa biner dari periferal komputer, kemudian memodulasikarakteristik sinyal analog (level tegangan, frekuensi atau fasa) agar dapat disalurkan melalui saluran telepon atau cablelines. Sedangkan pada si penerima, sinyal yang ditumpangi ini oleh rangkaian demodulator dipisahkan kembali dari sinyal yang menumpanginya sehingga dapat dibaca oleh komputer, proses ini dinamakan demodulasi. Standarisasi darimodulasi dewasa ini berfungsi untuk mencapai kecepatan yang lebih baik lagi. Pada awalnya kecepatan dari modem ini adalah 300 bps dan dewasa ini telah mencapai 56 Kbps. Kecepatan modem itu sendiri sekarang ini sudah cukup cepat dibanding dahulu, tetapi untuk penggunaannya di Indonesia masih dibatasi dengan kurang bagusnya jaringan telepon yang tersedia. Saat ini kecepatan modem yang sering digunakan di Indonesia adalah sebesar 56Kbps, tetapi dengan kondisi jaringan telepon yang ada, kecepatan tersebut mungkin maksimal hanya sekitar 33.6 Kbps saja.

Keuntungan dan Kerugian Modem:

Keuntungan:
-Portabilitas yang cukup baik sehingga bisa pindah-pindah untuk digunakan pada komputer lain.
-Dilengkapi lampu indikator sehingga mudah untuk memantau status dari modem.

Kerugian:
-Harga lebih mahal dari pada modem internal.
-Membutuhkan tempat atau lokasi tersendiri untuk menaruh modem tersebut.

SWITCH

Cara Kerja Switch:

Switch merupakan suatu device pada jaringan yang secara konseptual berada pada layer 2 (Datalink Layer). Maksudnya, switch pada saat pengirimkan data mengikuti MAC address pada NIC (Network Interface Card) sehingga switch mengetahui kepada siapa paket ini akan diterima. Jika ada collision yang terjadi merupakan collision pada port-port yang sedang saling berkirim paket data. Misalnya ketika ada pengiriman paket data dari port A ke port B dan pada saat yang sama ada pengiriman paket data dari port C ke port D, maka tidak akan terjadi tabrakan (collision) karena alamat yang dituju berbeda dan tidak menggunakan jalur yang sama. Semakin banyak port yang tersedia pada switch, tidak akan mempengaruhi bandwidth yang tersedia untuk setiap port.Ketika paket data dikirimkan melalui salah satu port pada switch, maka pengiriman paket data tersebut tidak akan terlihat dan tidak terkirim ke setiap port lainnya sehingga masing-masing port mempunyai bandwidth yang penuh. Hal ini menyebabkan kecepatan pentransferan data lebih terjamin.

Dari keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa switch lebih baik daripada hub baik secara perbandingan konseptual maupun secara prinsip kerjanya yang dapat membuat terjadinya collosion.

Karakterisktik Switch :

  • Tergolong peralatan Layer 2 dalam OSI Model (Data Link Layer)
  • Dapat menginspeksi data yang diterima
  • Dapat menentukan sumber dan tujuan data
  • Dapat mengirim data ke tujuan dengan tepat sehingga akan menghemat bandwith.
  • Dapat menangani lebih dari dua port dan lebih dari dua komunikasi data dalam waktu bersamaan.

Keuntungan dan Kerugian Switch:

Keuntungan     :
‚Äď hemat kabel, karena kabel straight atau cross yang sudah ada dapat digunakan di ¬†¬†switch.
‚Äď memiliki collision control pada setiap port yang membuat control transmisi data tidak bentrok/tabrakan data.

Kerugian          :
‚Äď Harga sedikit lebih mahal daripada HUB dikarenakan switch adalah perkembangan dari HUB.
‚Äď Hanya dapat menggunakan kabel straight, jadi bila ingin menggunakan kabel cross yang sudah ada harus diubah menjadi kable
straight terlebih dahulu.

HUB

Cara Kerja HUB:

Hub merupakan suatu device pada jaringan yang secara konseptual beroperasi pada layer 1 (Physical Layer). Maksudnya, hub tidak menyaring menerjemahkan sesuatu, hanya mengetahui kecepatan transfer data dan susunan pin pada kabel. Cara kerja alat ini adalah dengan cara mengirimkan sinyal paket data ke seluruh port pada hub sehingga paket data tersebut diterima oleh seluruh computer yang berhubungan dengan hub tersebut kecuali computer yang mengirimkan. Sinyal yang dikirimkan tersebut diulang-ulang walaupun paket data telah diterima oleh komputer tujuan. Hal ini menyebabkan fungsi colossion lebih sering terjadi.

Misalnya ketika ada pengiriman paket data dari port A ke port B dan pada saat yang sama ada pengiriman paket data dari port C ke port D, maka akan terjadi tabrakan (collision) karena menggunakan jalur yang sama (jalur broadcast yang sama) sehingga paket data akan menjadi rusak yang mengakibatkan pengiriman ulang paket data. Jika hal ini sering terjadi maka collison yang terjadi dapat mengganggu aktifitas pengiriman paket data yang baru maupun ulangan. Hal ini mengakibatkan penurunan kecepatan transfer data. Oleh karena itu secara fisik, hub mempunyai lampu led yang mengindikasikan terjadi collision.

Ketika paket data dikirimkan melalui salah satu port pada hub, maka pengiriman paket data tersebut akan terlihat dan terkirim ke setiap port lainnya sehingga bandwidth pada hub menjadi terbagi ke seluruh port yang ada. Semakin banyak port yang tersedia pada hub, maka bandwidth yang tersedia menjadi semakin kecil untuk setiap port.

Hal ini membuat pengiriman data pada hub dengan banyak port yang terhubung pada komputer menjadi lambat.

Karakteristik Hub :

  • Tergolong peralatan Layer 1 dalam OSI model (Physical layer).
  • Tidak dapat membaca paket-paket data.
  • Tidak dapat mengetahui sumber dan tujuan data.
  • Hanya berperan menerima dan meneruskan data yang masuk¬†ke semua peralatan di jaringan termasuk yang mengirim data.
  • Dapat memperkuat sinyal elektrik data yang masuk sebelum¬†dikirimkan ke tujuan.

Keuntungan dan Kerugian:

Keuntungan     :
– Harga sedikit lebih murah daripada Switch.
РMenggunakan hub memungkinkan Anda untuk atap-drop pada percakapan   dengan penganalisa protokol jaringan, sering disebut
sebagai “sniffer”. Biaya: Karena hub kurang rumit, mereka cenderung kurang biaya per port dari switch.

Kerugian          :
– Karena mereka mengulang semua lalu lintas yang mereka terima pada semua port tiap terhubung terpasang NIC akan memiliki
waktu yang lebih sulit mendapatkan dengan lalu lintas ke jaringan. Setiap kali satu NIC mengirim pesan, semua yang lain harus
menunggu untuk itu berlalu sebelum mereka mendapatkan pesan sendiri ke jaringan.

REPEATER

Cara Kerja Repeater:

Saat PTT HT Ditekan ( ia akan memancar pada Freq A ) Bag RX repeater (frequency :A) menerima informasi dari radio HT tsb, maka bag rx aktif, dan COR akan langsung menggerakkan bag transmit (TX ) yang secara bersamaan informasi yang  diterima tsb dipancarkan kembali oleh bagian TX ( B). dan pancaran tsb dapat diterima oleh HT lain dilapangan pada Frekwensi receive HT ( B ) .Demikian pula saat HT lain mengudara untuk menjawab atau memanggil prosedur tsb kembali berulang.Repeater pada umumnya diletakkan disuatu tempat ketinggian ,antennanyapun ditinggikan lagi yang biasanya diletakkan diatas tower sehingga jangkauan pancaran akan lebih jauh. Semakin tinggi letak repeater, maka akan lebih jauh pula daya jelajahnya.

Seringnya repeater diletakkan disuatu lokasi yang  tinggi misalnya di puncak Gunung, atau Bukit , Antennanya pun  di instalasikan ditower yang cukup tinggi.

Memperkirakan jarak jangkau repeater, secara sangat sederhana adalah dengan melihat area dari lokasi tsb dengan mata kita, bila yang terlihat sangat luas, maka hampir dapat dipastikan, sejauh mata kita memandang, sampai sanalah  area yang dapat dicover oleh repeater itu, ( Line Of Sight ) Mengingat keterbatasan daya pandang, dapat saja coveragenya lebih jauh dari pandangan kita.Peformance sebuah repeater dipengaruhi pula oleh ,daya pancar repeater, sensitivitas, serta sel;ektivitas dari repeater itu sendiri.Untuk meningkatkan  kekuatan pancaran, selain meletakkan repeater pada tempat yang tinggi, maka  digunakan pula Antenna dengan penguatan ( gain ) yang besar.

Karakteristik REPEATER :

  • Mempunyai kelemahan tidak dapat melakukan filter traffic jaringan.
  • Data yang masuk ke port repeater akan tersebar ke segmen-segmen jaringan LAN tanpa memperhitungkan apakah data dibutuhkan atau tidak.

Keuntungan dan Kerugian:

Keuntungan     :
– Repeater biasanya lebih murah dari pada peralatan hubungan yang lain.
– Mudah untuk di-install.

Kerugian          :
– Tidak dapat menerjemahkari frame-frame network yang berbeda seperti antara Ethernet dengan ARCNet atau Token-ring.
– Apabila terjadi kerusakan adapter yang mengirimkan frame yang kacau dapat mempengaruhi semua segmen pada network.

ACCESS POINT

Cara Kerja Access Point:

Access point, akses point, disingkat dengan AP. Suatu tempat yang menjadi pusat dari beberapa koneksi terhubung. Alat ini juga dikenal dengan Cross Box. Jika dilihat dari sudut pandang koneksi telepon, Access Point adalah suatu box tempat dimana kabel telepon dari pelanggan telepon terkoneksi. Begitu juga kalau dilihat dari jaringan komputer tanpa kabel (wireless), access point ini adalah pemancar yang menghubungkan komputer-komputer yang terpaut dengan jaringannya untuk menuju jaringan yang lebih besar (internet).

Karakteristik:

  • Digunakan untuk melakukan pengaturan lalulintas jaringan dari mobile radio ke jaringan kabel atau dari backbone jaringan wireless client/server
  • Biasanya berbentuk kotak kecil dengan 1 atau 2 antena kecil. Peralatan ini merupakan radio based, berupa receiver dan transmiter yang akan terkoneksi dengan LAN kabel atau broadband ethernet.

Keuntungan dan Kerugian:

Keuntungan     :
–¬† Untuk sistem AP dengan melayani banyak PC tentu lebih mudah pengaturan dan computer client dapat mengetahui bahwa disuatu
ruang ada sebuah hardware atau computer yang memancarkan signal Access Point untuk masuk kedalam sebuah network.
– Keuntungan kedua bila mengunakan hardware khusus, maka tidak diperlukan sebuah PC berjalan 24 jam untuk melayani
network. Banyak hardware Access point yang yang dihubungkan ke sebuah hub atau sebuah jaringan LAN. Dan computer pemakai
Wifi dapat masuk kedalam sebuah jaringan network.
– Dan sistem security pada model AP lebih terjamin. Untuk fitur pengaman sebuah Hardware Access Point memiliki beberapa fitur
seperti melakukan block IP, membatasi pemakai pada port dan lainnya.

ROUTER

Cara Kerja Router:

Cara kerja router mirip dengan bridge jaringan, yakni mereka dapat meneruskan paket data jaringan dan dapat juga membagi jaringan menjadi beberapa segmen atau menyatukan segmen-segmen jaringan. Akan tetapi, router berjalan pada lapisan ketiga pada model OSI (lapisan jaringan), dan menggunakan skema pengalamatan yang digunakan pada lapisan itu, seperti halnya alamat IP. Sementara itu, bridge jaringan berjalan pada lapisan kedua pada model OSI (lapisan data-link), dan menggunakan skema pengalamatan yang digunakan pada lapisan itu, yakni MAC address.

Lalu, kapan penggunaan bridge jaringan dilakukan dan kapan penggunakan router dilakukan? Bridge, sebaiknya digunakan untuk menghubungkan segmen-segmen jaringan yang menjalankan protokol jaringan yang sama (sebagai contoh: segmen jaringan berbasis IP dengan segmen jaringan IP lainnya). Selain itu, bridge juga dapat digunakan ketika di dalam jaringan terdapat protokol-protokol yang tidak bisa melakukan routing, seperti halnya NetBEUI. Sementara itu, router sebaiknya digunakan untuk menghubungkan segmen-segmen jaringan yang menjalankan protokol jaringan yang berebeda (seperti halnya untuk menghubungkan segmen jaringan IP dengan segmen jaringan IPX.) Secara umum, router lebih cerdas dibandingkan dengan bridge jaringan dan dapat meningkatkan bandwidth jaringan, mengingat router tidak meneruskan paket broadcast ke jaringan yang dituju. Dan, penggunaan router yang paling sering dilakukan adalah ketika kita hendak menghubungkan jaringan kita ke internet.

Karakteristik router:

Ôā∑¬† Seperti halnya sebuah Bridge, Router juga sebuah peralatan hardware atau software yang dipergunakan untuk mengarahkan informasi yang berasal dari protokol pengalamatan (routing ptotocol) sumber informasi ke protokol pengalamatan tujuan. Router melakukan pekerjaan satu langkah lebih maju dari Bridge karena Router akan memeriksa paket data akan ditujukan ke arah mana, bila arah-nya pada LAN yang sama maka Router tidak perlu bekerja lebih lanjut, tetapi arahnya ke LAN yang berbeda maka barulah Router bekerja mengarahkan paket data tersebut.

Ôā∑¬† Karakteristik lain dari Router adalah sbb:

  • dapat mencari rute atau jalur yang terbaik antara dua segmen jaringan
  • dapat mengelola dan menangani banyak tugas antar segmen
  • dapat membantu mengelola lalulintas jaringan
  • dapat menghubungkan dua segmen jaringan yang berbeda protokol lapisan fisik dan lapisan data-link, karena bekerja pada lapisan network.
  • dipergunakan pada koneksi ke jaringan MAN dan WAN

Keuntungan dan Kerugian:

Keuntungan     :
– Isolasi trafik broadcast. Kemampuan ini memperkecil beban jaringan karena trafik jenis ini.
– dapat diisolasikan pada sebuah LAN saja.
– Fleksibilitas. Router dapat digunakan pada topologi jaringan apapun dan tidak peka terhadap masalah kelambatan waktu.
– Pengaturan prioritas. Router dapat mengimplementasikan mekanisme pengaturan prioritas antar protokol.
РPengaturan konfigurasi. Router umumnya dapat lebih dikonfigurasi  daripada bridge.
– Isolasi masalah. Router membentuk penghalang antar LAN dan memungkinkan masalah yang terjadi diisolasi pada LAN tersebut.
– Pemilihan jalur. Router umumnya lebih cerdas daripada bridge dan dapat menentukan jalur optimal antar dua sistem.

Kerugian          :
– Tergantung pada protocol.
– Biaya. Router umumnya lebih kompleks daripada bridge dan lebih mahal. Overhead pemrosesan pada router lebih besar sehingga
throughput yang dihasilkan dapat lebih rendah daripada bridge.
– Pengalokasian alamat. Dalam internetwork yang menggunakan router, memindahkan sebuah mesin dari LAN yang satu ke LAN
yang lain berarti mengubah alamat jaringan pada sistem itu.
РSistem tak terjangkau. Penggunaan routing table statik menyebabkan beberapa sistem dapat  terjangkau oleh sistem lain.

BRIDGE

Cara Kerja Bridge:

Cara kerja router mirip dengan bridge jaringan, yakni mereka dapat meneruskan paket data jaringan dan dapat juga membagi jaringan menjadi beberapa segmen atau menyatukan segmen-segmen jaringan. Akan tetapi, router berjalan pada lapisan ketiga pada model OSI (lapisan jaringan), dan menggunakan skema pengalamatan yang digunakan pada lapisan itu, seperti halnya alamat IP. Sementara itu, bridge jaringan berjalan pada lapisan kedua pada model OSI (lapisan data-link), dan menggunakan skema pengalamatan yang digunakan pada lapisan itu, yakni MAC address.

Lalu, kapan penggunaan bridge jaringan dilakukan dan kapan penggunakan router dilakukan? Bridge, sebaiknya digunakan untuk menghubungkan segmen-segmen jaringan yang menjalankan protokol jaringan yang sama (sebagai contoh: segmen jaringan berbasis IP dengan segmen jaringan IP lainnya). Selain itu, bridge juga dapat digunakan ketika di dalam jaringan terdapat protokol-protokol yang tidak bisa melakukan routing, seperti halnya NetBEUI. Sementara itu, router sebaiknya digunakan untuk menghubungkan segmen-segmen jaringan yang menjalankan protokol jaringan yang berebeda (seperti halnya untuk menghubungkan segmen jaringan IP dengan segmen jaringan IPX.) Secara umum, router lebih cerdas dibandingkan dengan bridge jaringan dan dapat meningkatkan bandwidth jaringan, mengingat router tidak meneruskan paket broadcast ke jaringan yang dituju. Dan, penggunaan router yang paling sering dilakukan adalah ketika kita hendak menghubungkan jaringan kita ke internet.

Karakteristik BRIDGE :

  • Dapat memisahkan jaringan yang luas menjadi sub jaringan yang lebih kecil.
  • Dapat mempelajari alamat, meneliti paket data dan menyampaikannya.
  • Dapat mengoleksi dan melepas paket-paket diantara dua segmen jaringan.
  • Dapat mengontrol broadcast ke jaringan.
  • Dapat merawat address table.

Keuntungan dan Kerugian:

Keuntungan     :
Bridge dapat memindahkan frame melalui media yang berbeda, dan operasi ini tőĮdak akan terlihat oleh siapapun yang meŌĄőĻggu¬≠
nakan network.
– Dapat menghubungkan segmen Ethernet dengan segmen Token-ring.

Kerugian          :
– bridge adalah alat yang sangat sibuk, dan ia harus mengevaluasi paket dalam perjalanannya, jadi jika Anda menggabungkan
aktivitas bridge dengan laporan yang banyak, Anda biasanya memerlukan hardware yang memiliki prosesór komunikasinya
sendiri untuk menangani efisiensi dalam loading.

Advertisements
  1. #1 by roma77ah on 9 February 2012 - 10:43 AM

    nice info gan, nubi kaya saia jadi tambah tau nih n jadi lebih banyak ilmunya,.. makasih, sukses selalu gan,…

    • #2 by hnsetia2212 on 16 March 2013 - 9:09 AM

      sama sama ūüôā

      terus lah mencoba dan mengeksplorasi diri ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: